Malam itu, lagi - lagi aku jadi tempat curhat seorang temanku, sebut saja Mr. X . Awalnya dia cuma basa - basi nanya nilai dan bebarapa hal lain soal kuliah, aku udah curiga ujung - ujungnya pasti curcol, melihat status bbm dia yang lagi galau " I'm getting bored ". #sigh..
Yak, langsung saja. Dia sebenernya sesorang yang punya banyak potensi dan banyak hal pendukung lainya. Mr. ini asalnya dari Lampung, dia kebetulan satu kelas sama aku di 2 semester lalu, namun di semester 4 ini dia balik ke kelas asalnya karena telat KRS atau apalah lupa. Kegalauan dia ngga jauh - jauh dari cewek dan keluarganya. Pertama kali dia curhat ke aku adalah saat kita lagi kuliah makul, mmm lupa. Tiba - tiba aja dia cerita soal keluarganya ke aku. Padahal kita sama sekali ngga lagi saling bicara. Kaget juga awalnya dia nerocos gitu. Miris juga sih denger cerita dia. Bisa dibilang dia itu anak broken home. Pasti udah kebayang kan dipikiran kalian, anak broken home itu kaya apa? Bener banget. Dia sempet nge-drugs. Ga kebayang ya sampai sejauh itu?hehe. Minum miras itu udah hal yang sangat amat biasa buat dia. dulu. Bahkan sampai nge-drugs dan masuk rehabilitasi. Namanya juga broken home, pasti ada hubunungannya sama keluarga. Nah, keluarga Mr. X ini sangat berkecukupan bahkan lebih dalam hal finansial, namun sangat sangat amat sangat kurang dalam hal kasih sayang. Ini serius. Orang tua dia terlalu sibuk. Mr. X ngga pernah kekurangan apapun, segala apa yang dia mau pasti selalu dia dapat. Kecuali perhatian dari kedua orang tuanya. Mr. X ini punya seorang adik perempuan yang masih SMA dan seorang adik laki - laki yang masih SD. Adik permpuanya juga menjadi korban broken home, tapi Mr.X ngga nyeritain banyak soal adik perempuanya. Awal Mr. X mengenal drugs adalah pada saat dia SMA, ceritanya hampir sama kaya yang di sinetron - sinetron gitu. Beneran. Mr. X ngga pernah punya tempat buat dia sharing, gimana coba rasanya satu rumah sama kedua orang tuanya tapi ngga saling tegur sapa? Semua sibuk dengan kerjaan masing - masing. Hal yang bikin aku mak - jleb. halah! hehe adalah saat Mr.X cerita saat itu pas lebaran, selesai sholat ied keluarga Mr. X ngga pada kumpul dan anak - anaknya pada pergi semdiri - sendiri. Mr. X kala itu sedang main ke rumah temannya yang ngga jauh dari rumahnya, tiba - tiba adek laki - laki yang masih SD tadi telepon dan bilang gini sama Mr. X
adek : " kak, adek laper..kakak di mana? "
mr. x : " adek belum makan dari tadi? kakak di rumah Y . Adek makan gih "
adek : " adek mau makan kalau sama kakak "
mr. x : " ibu bapak ke mana? ada makanan ngga di rumah?'
adek : " ibu bapak ngga ada, ngga ada makanan di rumah kak. Adek laper.. "
mr. x : " adek tunggu situ bentar, kakak bawain makanan kita makan sama sama "
Ya Allah.. sedih banget dengernya, hampir aja aku netesin air mata.. ngga kebayang kalau aku di posisi mr. x kaya gimana rasanya, jadi anak tertua yang harus jadi teladan buat adek - adeknya sedangkan oramg tuanya sibuk kaya gitu.
dan ngomong - ngomong soal potensi mr. x, dia punya potensi besar di sepak bola. Dia jadi pemain terbaik dan mendapat berbagai juara di bidang sepak bola tanpa sepengetahuan kedua orang tuanya. dan pada suatu saat, waktu itu mr. x dan ayahnya sedang makan di sebuah tempat makan. Tiba - tiba ayah mr. x disapa oleh seorang bapak - bapak yang ternyata adalah salah satu pelatih tim sepak bola yang mr. x ikuti. Dengan polosnya bapak itu bertanya pada ayah mr. x.
" hloh, bapak kenal sama mr. x? dia kemarin jadi pemain terbaik hlo waktu pertandingan sepak bola "
dan dengan tampang terkejut ayah mr. x menjawab " mr. x ini anakku. Iya dia memang bagus mainnya ".
sedangkan mr. x cuma tersenyum. Miris.
sampai detik ini mr. x yang sudah hampir 2 tahun tinggal di Jogja, teteap hidup dengan background broken home. Tetapi aku seneng ngeliat mr. x bangkit dan mengembangkan potensinya di bidang yang dia kuasai. aku percaya, semua orang tua sayang pada anak - anaknya, dan sesungguhnya Allah selalu menuntun kita ke jalan yang benar apabila kita mau membuka dan mendekatkan diri kepada- Nya. Be strong, mr. x. :)
No comments:
Post a Comment